19.4 C
Indonesia
Sunday, July 21, 2024

Kisah Dewan Indri : Cita-Cita Jadi Dokter Malah Nyemplung Jadi Politisi

Sakatanews.com – INDRIYANI yang terlahir dari seorang ayah yang berprofesi sebagai tentara, tak menyangka dirinya bakal terjun ke dunia politik dan menjadi seorang legislator perempuan di DPRD Karawang selama dua periode berturut-turut.

Semasa kecil didikan orang tua yang begitu keras membuat dirinya tahan terhadap kerasnya tekanan kehidupan yang ada, naik kendaraan umum sudah menjadi kebiasaan sejak kecil, jarak sekolah yang begitu jauh dari rumah yang mencapai puluhan kilo meter membuat dia harus akrab dengan angkutan umum saat itu.

Sang ayah sebagai seorang tentaranya tentunya tak bisa setiap saat menemani mengantar atau menjemput sesaat bersekolah. Tentunya hal itu menjadi pelajaran yang sangat berharga yang diperolehnya pada masa kecil.

Sedari kecil Indri-sapaan akrabny-, memang bercita-cita menjadi seorang dokter, cita-cita tersebut tak lepas dari dari profesi sang ayah yang berdinas di kesehatan tentara, sang ayah yang senantiasa mengobati dan menyembuhkan pasien-pasiennya membuat indri tertantang untuk bisa sepeerti sang ayah.

Di perjalanan waktu selepas SMA, cita-citanya untuk menjadi seorang dokter harus pupus oleh kondisi ekonomi yang menghampiri, untuk biaya masuk sekolah kedokteran yang sangat mahal ditambah kondisi sang ayah yang sudah memasuki masa pensiun tak mampu untuk bisa menompang biaya sekolah dokter.

Tak putus asa, Indri lantas banting stir agar tetap bisa kuliah, Jurusan Teknik Informatika Universitas Trisakti menjadi pilihan selanjutnya walau bukan keinginan dari awal, pada akhirnya bisa juga untuk bisa menamatkan dijurusan ini.

Tahun 2013 menjadi awal keterlibatan Indri masuk ke dunia politik, Partai NasDem yang pada saat itu merupakan partai baru peserta Pemilu tahun 2014 menjadi pelabuhan hatinya untuk berjuang bersama-sama memperjuang restorasi Indonesia. Sebagai seorang politis perempuan yang pertama kali berkecimpung didunia politik tentunya tanpa dukungan dari keluarga, suami dan anak-anak tidak akan bisa berhasil dan melewati masa-masa perjuangan pemilu 2014 mapun pemilu 2019.

“Tentunya kodrat sebagai seorang perempuan menjadi salah satu hal yang sering menjadi hambatan untuk bisa all out bertugas, sebagai seorang ibu yang memiliki anak masih balita pada saat pertama kali menjadi anggota DPRD Karawang Tahun 2014 ada keterbatasan-keterbatasan yang harus bisa dilawan dan dilalui,” beber Indri menceritakan perjalanan politik.INDRIYANI yang terlahir dari seorang ayah yang berprofesi sebagai tentara, tak menyangka dirinya bakal terjun ke dunia politik dan menjadi seorang legislator perempuan di DPRD Karawang selama dua periode berturut-turut.

Semasa kecil didikan orang tua yang begitu keras membuat dirinya tahan terhadap kerasnya tekanan kehidupan yang ada, naik kendaraan umum sudah menjadi kebiasaan sejak kecil, jarak sekolah yang begitu jauh dari rumah yang mencapai puluhan kilo meter membuat dia harus akrab dengan angkutan umum saat itu.

Sang ayah sebagai seorang tentaranya tentunya tak bisa setiap saat menemani mengantar atau menjemput sesaat bersekolah. Tentunya hal itu menjadi pelajaran yang sangat berharga yang diperolehnya pada masa kecil.

Sedari kecil Indri-sapaan akrabny-, memang bercita-cita menjadi seorang dokter, cita-cita tersebut tak lepas dari dari profesi sang ayah yang berdinas di kesehatan tentara, sang ayah yang senantiasa mengobati dan menyembuhkan pasien-pasiennya membuat indri tertantang untuk bisa sepeerti sang ayah.

Di perjalanan waktu selepas SMA, cita-citanya untuk menjadi seorang dokter harus pupus oleh kondisi ekonomi yang menghampiri, untuk biaya masuk sekolah kedokteran yang sangat mahal ditambah kondisi sang ayah yang sudah memasuki masa pensiun tak mampu untuk bisa menompang biaya sekolah dokter.

Tak putus asa, Indri lantas banting stir agar tetap bisa kuliah, Jurusan Teknik Informatika Universitas Trisakti menjadi pilihan selanjutnya walau bukan keinginan dari awal, pada akhirnya bisa juga untuk bisa menamatkan dijurusan ini.

Tahun 2013 menjadi awal keterlibatan Indri masuk ke dunia politik, Partai NasDem yang pada saat itu merupakan partai baru peserta Pemilu tahun 2014 menjadi pelabuhan hatinya untuk berjuang bersama-sama memperjuang restorasi Indonesia. Sebagai seorang politis perempuan yang pertama kali berkecimpung didunia politik tentunya tanpa dukungan dari keluarga, suami dan anak-anak tidak akan bisa berhasil dan melewati masa-masa perjuangan pemilu 2014 mapun pemilu 2019.

“Tentunya kodrat sebagai seorang perempuan menjadi salah satu hal yang sering menjadi hambatan untuk bisa all out bertugas, sebagai seorang ibu yang memiliki anak masih balita pada saat pertama kali menjadi anggota DPRD Karawang Tahun 2014 ada keterbatasan-keterbatasan yang harus bisa dilawan dan dilalui,” beber Indri menceritakan perjalanan politik.

Banyak hal yang sudah diperjuangkan Indri sejak terpilihnya sebagai anggota DPRD Karawang, tentunya beberapa regulasi peraturan daerah yang berakaitan dengan perlindungan perempuan dan anak, serta beberapa regulasi terkait perlindungan dan pemberdayaan masyarakat miskin. Selain itu Indri juga konsen dalam membantu proses pembanguan infrastruktur keagamaan, kesehatan dan sekolah.

Sebagai seorang perempuan tentunya Indri tidak hanya ingin dirinya saja yang terlibat dalam proses politik di Karawang maupun Indonesia, dirinya banyak mengajak perempuan-perempuan untuk melek politik, salah satunya melalui lembaga Kaukus Perempuan Politik Indonesia, sebagai seorang pengurus dia terus melakukan pembinaan dan pelatihan agar quota politik perempuan dalam pemerintah terus bisa dtingkatkan.

Selain memperjuangkan quota keterwakilan perempuan Indri juga aktif pada lembaga perlindungan anak, ada peraturan daerah yang berhasil dia perjuangkan terkait perlindungan anak, hal ini menjadi salah satu regulasi pengatur perlindungan anak yang ada di Karawang. Banyak kasus yang menimpa anak membuat Indri terus berjuang agar anak-anak di Karawang khususnya dan umumnya di Indonesia bisa dilindungi, agar hak-hak anak anak bisa terus diberikan secara nyata.

Berjuang di sektor pertanian

Karawang sebagai lumbung padi nasional tentunya menjadi daerah yang senantiasa menjadi rebutan investor nasional maupun luar negeri, perubahan tata ruang wilayah karawang menjadi daerah industri tentunya mengakibatkan daerah pertanian karawang terus menyusut, sebagai legislator yang peduli akan hal itu dan sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Kabupaten Karawang berhasil menggulirkan Perda LP2B, terkait perlindungan lahan pertanian yang dilindungi,

“Daerah hijau di Karawang harus terus dipertahankan karawang harus tetap bisa menjadi lumbung padi nasional,” kata dia.

“Kemajuan di bidang industri juga harus sejalan dengan peningkatan SDM di Karawang melalui pembangunan dunia pendidikan di Karawang dan mempertahankan juga Karawang sebagai daerah yang memeliki area pertanian yang dilindungi, kita semua harus terlibat dalam proses itu,” tukasnya. (*)

 

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
- Advertisement -

BERITA TERKINI