23.4 C
Indonesia
Friday, February 23, 2024

Masyarakat Sanggabuana Serahkan Dua Satwa Langka Dilindungi kepada SWR

KARAWANG-Kampanye Sanggabuana Menuju Taman Nasional dan juga edukasi oleh para Ranger Sanggabuana sejak tahun 2020 mulai membuahkan hasil. Sejak tahun 2021 masyarakat di sekitaran Pegunungan Sanggabuana mulai banyak yang berhenti berburu dan menyerahkan koleksi satwa langka yang dilindungi dari Sanggabuana.

Pada Sabtu, 30 September 2023 diprakarsai oleh Haji Muhamad Sayegi yang biasa disapa Haji Dewa, memfasilitasi penyerahan sukarela satwa dilindungi dari masyarakat sekitaran Sanggabuana.

Haji Dewa yang juga ketua umum GMPI (Gerakan Militansi Pejuang Indonesia) mengarahkan masyarakat di Mekarbuana Kecamatan Tegalwaru, Karawang yang kedapatan memiliki 1 ekor anak julang emas (Rhyticeros undulatus) dan landak jawa (Hystrix javanica) hasil tangkapan masyarakat.

Dua ekor satwa dilindungi dari Pegunungan Sanggabuana ini oleh Haji Dewa diserahkan kepada personil Sanggabuana Wildlife Ranger (SWR) yang didampingi oleh dua orang Kader Konservasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, dan Kiki Bayhaki Kasi Trantib Kecamatan Tegalwaru untuk diserahkan ke BBKSDA Jawa Barat, Seksi Konservasi Wilayah (SKW) 4 Purwakarta.

Haji Dewa ditemui di Mekarbuana mengatakan bahwa, dirinya sudah berkoordinasi dengan Ranger SCF untuk dibantu penyerahan ke BBKSDA Jawa Barat, hanya saja untuk penyerahan harus menunggu hari kerja.

“Tapi masyarakat yang sudah saya diedukasi akhirnya mau menyerahkan hari ini (Sabtu) jadi sementara kita titipkan ke Ranger SCF yang kebetulan beberapa personilnya merupakan Kader Konservasi dari BBKSDA Jawa Barat. Senin nanti akan langsung dikirim ke BBKSDA,” tambah Haji Dewa.

Solihin Fu’adi Direktur Eskekutif Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) menyambut baik penyerahan sukarela dua ekor satwa dilindungi ini. Pihak SCF menurut Solihin juga sudah berkoordinasi dengan BBKSDA SKW 4 sebelum penyerahan sukarela ini.

“Hanya saja karena masyarakat kemudian langsung menyerahkan hari ini, jadi kita didampingi oleh dua orang personil Ranger yang juga merupakan Kader Konservasi,” terang Solihin.

Lebih lanjut Solihin selain menyambut baik penyerahan sukarela satwa ini dan berterimakasih kepada tokoh masyarakat seperti Haji Dewa yang mau ikut mengedukasi masyarakat tentang konservasi di Sanggabyana. Namun Solihin juga kecewa karena dengan adanya penyerahan sukarela ini berarti masih banyak masyarakat yang berburu satwa langka di Sanggabuana.

“Idealnya memang tidak ada penyerahan satwa langka dilindungi dari masyarakat karena tidak ada perburuan. Ini menandakan masyarakat masih banyak yang berburu satwa langka dilindungi di Sanggabuana. Tapi jika masyarakat mau melakukan penyerahan sukarela satwa dilindungi kita akan bantu fasilitasi untuk melapor ke BBKSDA Jawa barat. Jika masih melakukan perburuan satwa dilindungi dan tidak mau menyerahkan ke BBKSDA, bisa kita pidanakan, dan sudah banyak yang kita laporkan ke Kepolisian dan sudah diproses hukum.” Tambah Solihin yang pernah melakukan proses hukum kepada pedagang primata dilindungi di Bogor.

Julang emas dalam IUCN Red List masuk dalam kategori Vulnerable (VU) dan Appendiks 2 CITES, serta masuk dalam satwa dilindungi sesuai Permen 106 Tahun 2018 tentang Tumbuhan dan Satwa dilindungi. Sedangkan landak jawa dalam IUCN Red List masuk dalam kategori Least Concern (LC) dan Appendiks 3 CITES.

Di Pegunungan Sanggabuana dalam laporan SCF terdapat 41 jenis satwa langka dilindungi yang masuk dalam satwa dilindungi dalam Permen 106 Tahun 2018. Selain jenis mamalia, juga ada 165b jenis burung yang berhasil diidentifikasi oleh SCF. Termasuk 5 jenis primata, termasuk karnivora besar yaitu macan tutul jawa (Panthera pardus melas).(a-1)

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
- Advertisement -

BERITA TERKINI