29.4 C
Indonesia
Monday, June 17, 2024

Sejumlah Pengurus KONI Karawang Diperiksa Polisi, Pengamat Hukum Minta APH Usus Tuntas Penyimpangan Anggarannya

KARAWANG– Sejumlah pejabat eselon II yang merangkap menjadi pengurus KONI Karawang, Senin (9/10/23) ini bakal diperiksa pihak Kepolisian Resor Karawang. Mereka akan diperiksa terkait skandal keuangan di lingkungan KONI.

Hal itu diungkapkan Pengamat Hukum sekaligus Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Karawang, Asep Agustian. Dia mengaku menerima informasi tersebut dari sumber yang sangat layak dipercaya.

“Kami mendesak polisi untuk mengusut tuntas skandal keuangan KONI yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Bahkan, ada penyalahgunaan uang honor atlet dan proyek pengadaan KONI yang diselewengkan pengurus,” kata Asep Agustian yang kerap disapa Akun ini, Senin (9/10/2023).

Menurutnya, penyimpangan anggaran tersebut harus diusut tuntas. Apalagi uang yang diterima KONI Karawang untuk atlet sangat besar. Tapi pada kenyataannya setiap Cabor (cabang olahraga) mengeluh tidak menerima uang untuk pembinaan tersebut.

Kalaupun ada, uang pembinaan yang diterima atlet sangat tidak layak. Sementara pengadaan sarana dan prasarana olahraga disinyalir sarat nepotisme dan kolusi. Sebab pemenang tender pengadaan alat olahraga itu adalah pengurus KONI sendiri yang sekarang menjadi pegawai eselon II.

“Saya menerima informasi uang untuk atlet malah disalurkan untuk hal yang tidak sesuai dengan kebutuhan atlet,” kata Askun.

Asep Agustian meminta polisi yang sedang menangani kasus KONI dapat mengungkap permasalahan tersebut hingga ke akar-akarnya. Sebab, anggaran dari Pemerintah Kabupaten Karawang yang disiapkan di tubuh KONI lumayan besar.

Masih menurut Asep Agustian, per.asalah lain yang muncul ke permukaaan adalah terkait honor pengurus KONI. Sebab, ada sejumlah pengurus KONI yang tidak aktif di kepengurusan KONI namun tetap menerima honor secara rutin setiap bulan.

“Ini juga perlu diusut, tidak pernah aktif tapi kok dapat honor secara rutin. Tidak bekerja kok dapat honor. Namanya makan gaji buta tuh,” katanya.

Asep Agustian menambahkan juga, proyek pengadaan barang dan jasa banyak yang dikerjakan pengurus KONI. Padahal, pengurus KONI semestinya tidak terlibat dalam proyek pengadaan dilingkungan KONI.

“Ini juga harus diusut. Siapa saja yang bermain di pengadaan proyek KONI,” katanya.

Asep Agustian mengatakan, dirinya menyampaikan pernyataan tegas ini karena sudah menjadi bagian keluarga KONI. Saat ini Asep Agustian menjadi Ketua ISSI Karawang jadi merasa pantas untuk bersuara menyampaikan keprihatinannya.

“Saya kan keluarga KONI juga. Jadi punya hak juga untuk bersuara. Jangan berpikiran saya bersuara karena ingin sesuatu semisal minta proyek atau lainya. Tidak, saya hanya ingin polisi bekerja profesional,” katanya.

Sementara itu Sekretaris KONI Karawang, Gunadi ketika dikonfirmasi membenarkan jika sejumlah pengurus KONI dipanggil polisi untuk menjalani pemeriksaan. Di antara pengurus KONI merupakan pejabat eselon II dilingkungan Pemkab Karawang.

Namun Gunadi mengaku tidak mengetahui persis karena baru menduduki jabatan sekretaris KONI belum satu bulan. “Saya masih baru jadi masih adaptasi dengan lingkungan yang baru,” katanya.(a-1) 

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
- Advertisement -

BERITA TERKINI