19.4 C
Indonesia
Sunday, July 21, 2024

Ungkap Penemuan Mayat di Perkebunan, Polres Karawang: Korban Pengeroyokan di Bandung

KARAWANG-Polisi berhasil mengungkap penemuan mayat di area perkebunan di Kecamatan Majalaya Kabupaten Karawang. Ternyata mayat tersebut merupakan korban pengeroyokan yang terjadi di Kecamatan Cigondewah Kota Bandung.

Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Abdul Jalil mengungkapkan, pihaknya telah melakukan penyelidikan terkait penemuan mayat laki-laki dengan banyak luka pada tubuhnya di Majalaya, pada Selasa 19 Maret lalu.

Hasilnya, diketahui bahwa korban dipukuli habis-habisan oleh pemilik dan karyawan toko di Bandung Barat karena dicurigai akan mencuri dua dus mie instan dari toko tersebut. Dalam kondisi babak belur korban kemudian di buang ke wilayah Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang oleh para penganiayanya.

“Di lokasi pembuangan, korban akhirnya tutup usia. Mayatnya ditemukan oleh warga setempat dalam kondisi dipenuhi luka lebam,” ujar Kasat Reskrim saat mengekspos kasus itu, di Mako Polres Karawang, Senin (25/3/2024).-

Menurut Abdul Jalil, pihaknya berhasil mengamankan para pelaku penganiayaan sebanyak 4 tersangka di daerah Bandung Kulon. Mereka merupakan pemilik toko dan tiga orang karyawannya.

Identitas pelaku yang kini harus meringkuk di sel tahanan Polres Karawang adalah pemilik toko RK (26), warga Cigondewah Kaler, Bandung Kulon, Kota Bandung, RS (18), warga Cigondewah Kaler, Bandung Kulon, Kota Bandung, kemudian MA (22), warga Cigondewah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, dan MH (23), warga Cigondewah Kaler, Bandung Kulon, Kota Bandung.

Selain menangkap para pelaku pengeroyokan, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 6 telefon genggam, 2 DVR CCTV, 3 set kunci, 1 flashdisk, 1 karpet, 1 jam tangan dan 1 dompet milik korban.

“Pengungkapan kasus itu berawal dari penemuan mayat tanpa identitas di Kecamatan Majalaya, Selasa (19/3/2024). Setelah mayat dibawa ke RSUD Karawang, ada warga Cimahi yang datang dan mengenali sosok mayat itu sebagai kerabatnya,” kata Abdul Jalil.

Berbekal terungkapnya identitas mayat itu, lanjut Abdul Jalil, anggotanya langsung melakukan penyelidikan. Dari sekitar lokasi pembuangan mayat, wajah pelaku tertangkap CCTV yang ternyata pemilik toko Cigondewah, Kota Bandung.

Tanpa ada kesulitan berarti, Satreskrim Polres Karawang menangkap pemilik toko tersebut. Dari hasil pengembangan pemeriksaan, Satreskrim menangkap lima tersangka lainnya.

Namun, dari lima tersangka itu hanya empat yang ikut menganiaya korban. Dua lainnya hanya menyaksikan dan kini ditetapkan sebagai saksi.

“Awalnya ada enam orang yang kami amankan. Tapi hanya empat yang dijadikan tersangka dan tiga orang dihadirkan dalam konferensi pers ini, satu tersangka masih di bawah umur sehingga tidak kami hadirkan,” ucap Abdul Jalil.

Dijelaskan pula, korban dipukuli di rumah tersangka utama yang juga merupakan pemilik toko. Korban diseret ke rumah pelaku setelah dicurigai hendak mencuri dua dus mie instan yang telah dimasukan ke dalam troli.

“Dari hasil autopsi diketahui korban mengalami trauma di kepala yang disebabkan oleh pukulan benda tumpul,” kata Ka satreskrim.

Disebutkan, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya para tersangka dijerat pasal pengeroyokan yakni Pasal 170 ayat(3) dan atau Pasal 351 ayat (3) KUHPidana dengan ancaman hukuman pidana paling lamabdua belas tahun penjara.

Menurut Abdul Jalil, penanganan kasus itu selanjutnya akan diserahkan ke Polda Jabar. Sebab, peristiwanya terjadi di wilayah hukum Polres Karawang dan Bandung Kota.(red) 

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
- Advertisement -

BERITA TERKINI